JAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) Angket Century diminta mengkonfrontir keterangan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Wakil Presiden Boediono. “Tuntutan kami pansus harus segera mengkonfrontir keterangan Sri Mulyani, JK, dan Boediono,” kata anggota Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak), Fadroel di gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/1). Keterangan yang harus dikonfrontir, kata Fadroel, adalah soal laporan Sri Mulyani lewat pesan singkat (SMS) kepada Presiden soal bailout Bank Century. Kepada pansus, Sri Mulyani mengaku meneruskan juga SMS laporan tersebut ke JK. Namun saat diperiksa pansus Kamis (14/1), JK mengaku tidak pernah menerima SMS dari Sri Mulyani terkait bailout yang nilainya mencapai Rp 1,3 triliun tersebut. Anggota Kompak yang lain, Effendi Ghazali meminta pansus tidak terlalu lama mengagendakan jadwal konfrontir Sri Mulyani, JK, dan Boediono. Effendi mengingatkan pansus untuk tetap memanfaatkan momentum. “Kalau konfrontir menunggu sampai bulan Februari, rakyat keburu bosan,” kata Effendi. Konfrontir keterangan diharapkan dapat mengetahui apakah proses bailout dilaporkan secara semestinya baik kepada Presiden atau JK. Anggota Pansus Angket Century, Maruarar Sirait, mengakui penting untuk mengkonfrontir keterangan Sri Mulyani, JK, dan Boedino. Tidak hanya soal SMS, lanjut Maruarar, pengakuan Sri Mulyani kepada JK yang merasa tertipu oleh data Bank Indonesia untuk mem-bailout Bank Century juga penting. “Penting untuk mengkonfrontir keterangan ketiganya,” tegas Maruarar.Kompak Minta JK,Boediono dan Sri Mulyani Dikonfrontir
Thursday, January 14, 2010
Skandal Century
Posted by Bobbylonia at 11:42 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment